Bukan menyoal betapa dekatnya organisasi ini dengan apa-apa yang saya sukai untuk dikerjakan.  Tapi tentang bagaimana tempat ini menyelami berbagai hal dengan memakai rasa. Bagaimana mengerjakan sesuatu bukan hanya karena sebuah surat keputusan atau legalitas lembaga. Tapi karena sebuah hal yang mungkin tidak memerlukan definisi, ya karena cinta.

Setidaknya di sini cinta tidak berada di tempat yang sulit, hanya sesederhana senyum atau memberi cokelat atau berbagi refrensi buku bacaan atau apapun itu karena mencintai juga boleh dimaknai dengan cara masing-masing.

Walaupun kalau dipikir apa kontribusi hal-hal remeh itu untuk kampus ini atau bahkan negara sebesar Indonesia? Tapi kita bersepakat dengan melakukan hal-hal kecil itu, mungkin kita sedang membuat dunia ini setidaknya sedikit lebih baik.

_

Akhirnya ruang ini secara struktural telah berganti periode. Kapal telah berganti nahkoda, siap berlayar kembali ke lautan luas yang dalam. Rumah telah dibersihkan dan siap memulai untuk apapun itu. Karena waktu yang berjalan mungkin membuat kita berubah, tapi saya percaya hal-hal di hati kita tetap ingin sesuatu yang sama.

_

Untuk tempat yang kita maknai berbeda tapi tetap kita bagi bersama.

Terima kasih. Kita keren.

Dan kalau boleh untuk visual diary ini saya mau merangkumnya pada satu buah puisi yang dipakai menjadi penutup dari film The Shape of Water.

Unable to perceive the shape of you, I find you all around me.

Your presence fills my eyes with your love.

It humbles my heart, for you are everywhere.

13214138111718212324